Jalan Aktivis ~ Sandblog | Dunia Digital Marketing

Jalan Aktivis


“Bekerja di saat yang lain terlelap, bersemangat di saat yang lain mengeluh dan berlari disaat yang lain berjalan. Bukan sebuah jabatan dan kedudukan yang diharapkan seorang remaja aktif, hanya ingin memenuhi janji untuk menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesamanya”
Repot? Bukan. Menjadi seorang remaja yang aktif bukanlah merepotkan jika dikerjakan dengan hati yang senang. Nah, kali ini Saya akan memberi info teman-teman untuk melihat kehidupan remaja yang aktif baik di sekolah maupun di lingkungannya. Apakah mereka merugikan diri mereka sendiri? Atau mereka hanya membuang waktu yang bisa digunakan untuk bermain dan belajar?
Apakah sebenarnya maksud dari aktif itu sendiri? Banyak yang mengatakan bahwa remaja yang aktif adalah remaja yang mengikuti berbagai kegiatan organisasi seperti OSIS, Pramuka, Teater, dan lain sebagainya. Pendapat tersebut tidaklah salah, namun belum bisa dikatakan sepenuhnya benar. Remaja yang aktif adalah remaja yang tanggap akan lingkungannya, dan remaja yang aktif adalah remaja yang ikut mengambil tindakan dalam menyikapi lingkungannya tersebut. Remaja yang mengikuti organisasi di sekolahnya seperti OSIS, tentunya sudah dapat dikatakan sebagai seorang remaja yang aktif, karena ia telah menunjukkan dedikasinya dengan menjadi bagian dari organisasi itu.
Kemampuan menulis, merancang, dan melukis adalah kemampuan luar biasa yang di dapatkan dari kerja keras. Namun apakah itu semua cukup? Tentu tidak. Kemampuan tadi dapat kita sebut sebagai hard skill. Dengan hard skill, seseorang dapat membuat, dan menciptakan sesuatu yang menjadi bakatnya. Dimana ada hard skill, tentu adapula soft skill. Mungkin menjadi bagian dari organisasi adalah sederhana, namun banyak manfaat yang dapat di ambil dari organisasi itu sendiri, terutama bagi remaja. Dengan menjadi bagian dari organisasi, remaja dapat memiliki tanggung jawab, memiliki dedikasi, prestasi, dan sebagainya. Hal-hal seperti itu dapat kita sebut sebagai softskill. Kamu tentu dapat menemukan softskill yang baik dengan cara menjadi remaja yang aktif. Hardskill tanpa softskill yang baik dapat merusak sebuah pekerjaan. Contohnya adalah, seorang arsitek ahli yang dapat membuat sebuah rancangan rumah dengan baik, namun tidak dapat berkoordinasi dengan anggotanya, tentu rancangan tersebut tidak akan menjadi sebuah proyek yang berhasil baginya.
Hampir semua remaja aktif mengaku memiliki rasa lelah yang berlipat ganda setelah melakukan aktivitas yang ganda pula. Namun, kebanyakan dari mereka bertahan dengan rasa lelah tersebut dan terus melaksanakan tugas demi tugas yang telah diberikan kepada mereka. Tentu ada alasan kenapa harus bertahan. Mengasyikkan, itulah yang mereka fikirkan sebagai seorang remaja yang aktif. Tentunya ketika telah menemukan ritme yang tepat dalam sebuah aktivitas yang positif, kamu akan merasa nyaman dengannya. Kamu tidak harus menjadi seorang anggota OSIS untuk menjadi remaja yang aktif. Jadikan sebuah aktivitas positif tersebut sebagai sebuah hobi. Jika teman-teman gemar menulis, maka aktiflah dalam menulis dan mengikuti berbagai lomba penulisan. Itulah yang disebut remaja aktif. Temukan ritme yang membuat kamu nyaman, maka kamu akan betah berlama-lama di dalam ritme tersebut.
Tidak jarang seorang yang aktif dikenai banyak kendala ketika melaluinya. Ada yang memutar otak untuk memanajemen waktunya, ada yang sulit untuk tidur dalam mencari sebuah solusi, bahkan ada yang dicemooh oleh beberapa orang. Tentu untuk menjadi berhasil, banyak rintangan yang harus ditempuh. Tidak jarang rintangan tersebut memberikan efek negatif pada diri kita. Namun, sahabat teman-teman tentunya tau akan ada buah yang dapat dipetik dari berbagai usaha yang telah dilakukan. Semua halangan seorang remaja aktif tadi hanyalah warna warni dalam kehidupan remaja. Jika pondasi yang kita bangun kuat, maka kuatlah kita dalam menjalankannya. Bahkan tak jarang halangan-halangan yang terjadi menjadi bahan tertawa yang membawa keceriaan nantinya.
Memikirkan nilai akademika sambil mengerjakan program kerja yang telah disusun sudah merupakan sesuatu yang biasa bagi seorang aktivis remaja. Sulit? Tidak. Hal tersebut malah menyenangkan. Menjadi seorang aktivis, dituntut untuk memanajemen antara aktivitasnya dan akademikanya. Hal tersebut tidaklah mudah, namun seorang aktivis akan menemukan caranya sendiri dalam memanajemen waktunya. Ketika kamu berhasil memanajemen waktumu , maka akan ada rasa bahagia yang luar biasa karena perjuangan tersebut telah dapat dilalui. Tidak percaya? Teman-teman boleh mencobanya.
Menjadi seorang remaja yang aktif, akan menimbulkan efek yang baik bagi remaja tersebut. Secara umum, peran aktif remaja tersebut akan mendatangkan pengaruh baik bagi pembangunan di lingkungannya, bahkan pembangunan negaranya. Mengapa demikian? Tentu saja karena remaja adalah aset berharga bangsa. Memiliki remaja yang berdedikasi dan bertanggung jawab tentu akan berdampak positif pada bangsa saat para remaja menjadi pemimpin bangsa nantinya.
Tunggu apalagi? Tentunya teman-teman ingin menjadi seorang aktivis remaja yang tangguh seperti yang dijelaskan di atas. Teman-teman tentu mengenal bakatnya masing-masing. Dengan begitu, Kamu bisa menjadi aktif dengan bakatmu sendiri. Nah sekarang, mari kita lihat bagaimana caranya menjadi seorang remaja aktif yang baik.

1. Niat
Semua yang akan kita lakukan, tentu di awali dengan niat. Nah kamu akan menjadi seorang remaja aktif yang tangguh jika memiliki niat yang kuat dari awalnya.

2. Berkomunikasi dengan baik
Seorang remaja aktif tentu akan berhadapan dengan orang banyak. Nah, kamu harus dapat berkomunikasi dengan baik jika ingin menjadi seorang remaja aktif.

3. Ikhlas
Nah, ini yang sangat penting untuk dimiliki oleh kita semua. Dengan hati yang ikhlas, semua rintangan dalam menjadi seorang remaja aktif akan dengan mudah untuk dihilangkan. Cukup ikhlas dan percaya bahwa akan ada balasan positif dari perbuatan positif yang kamu kerjakan.
Nah, demikianlah penjelasan singkat tentang remaja yang aktif. Semoga informasi di atas berguna bagi teman-teman semua.
Previous
Next Post »
Thanks for your comment