Hakikat dan Dimensi Kreativitas ~ Sandblog | Dunia Digital Marketing

Hakikat dan Dimensi Kreativitas

Saat kita berbicara tentang kreativitas, Hal yang biasanya langsung muncul adalah seniman, pelukis, event organizer dan hal-hal berbau seni lainnya. Padahal, pada hakikatnya kreativitas tidaklah selalu tentang seni. Setiap orang itu unik, mereka bisa mengeluarkan kreativitasnya pada bidang-bidang tertentu.

Mempunyai kreativitas sangatlah penting. Karena kreativitas seseorang sangat diperlukan di berbagai aspek kehidupan. Perusahaan/bisnis, Akademik (sekolah, kampus), Institusi pemerintahan, Belajar Mengajar, Seni Musik, tari, lukis, Matematika, Kuliner, Periklanan, Olahraga, bahkan dalam mengelola rumah tangga pun memerlukan kreativitas.

Lalu, timbullah pertanyaan, dari manakah kreativitas dalam diri seseorang muncul? apakah seseorang kreatif karena faktor bakat, keturunan atau hoki? Atau apakah sebuah kreativitas merupakan keajaiban? Mari kita mulai dari pengertian kreativitas terlebih dahulu.

Menurut Febe Chen pada tahun 2010, Kreativitas merupakan proses “menciptakan, menemukan, mengimajinasikan, mengkonsepsi, membentuk, mengkonstruksi, memproduksi, menghasilkan, melihat masa depan atau kemampuan mmprediksi tren baru, kemampuan menganalisa kebutuhan pasar  atau masyarakat, kemampuan memelihara alam dan seterusnya.

Webster mendefenisikan Kreativitas sebagai “kecakapan memunculkan sesuatu yang baru. Kreatif merupakan sebuah proses mental yang melibatkan pemunculan ide-ide dan konsep-konsep yang ada.

Nah, dari pengertian yang diberikan oleh ilmuan-ilmuan tersebut, tidak ada yang mengatakan bahwa kreativitas didapatkan dari keturunan atau hoki. Tidak ada pula yang mengatakan bahwa kreativitas adalah keajaiban. Kreativitas adalah sebuah "proses". Artinya, kreativitas bukanlah sesuatu yang kita bawa dari kita lahir. Melainkan sesuatu yang dapat kita latih, cari, dan tumbuhkan dalam diri kita.

Orang seringkali berfikir "kreatifitas adalah kemampuan untuk berfikir out of the box, imajinatif, memunculkan ide-ide asli (originalitas)". Ya, pendapat tersebut tidaklah salah. Namun pendapat tersebut baru menampilkan setengah dari hakikat kreatifitas yang sesungguhnya. Because "You can’t think outside the box until you fully understand what’s inside the box".
 .



Dimensi Kreativitas

kreativitas dapat didefinisikan kedalam empat jenis dimensi sebagai Four P's Creativity, yaitu dimensi Person, Process, Press dan Product sebagai berikut :

1. Kreativitas dalam Dimensi Person
Dalam dimensi person, kreativitas adalah upaya mendefinisikan kreativitas yang berfokus pada individu atau person dari individu yang dapat disebut kreatif. Pengertian ini erat kaitannya dengan bakat. Jadi, dalam sebuah kreativitas, bisa berasal dari bakat di dalam diri seseorang. Namun, saat bakat tersebut dibiarkan tertidur, maka ada potensi untuk hilang. Kita bisa ambil contoh Messi, seorang pesepakbola professional yang kreatif dalam bidangnya, yaitu sepak bola. Messi dianugerahi bakat yang luar biasa dalam pengolahan bola.

2. Kreativitas dalam Dimensi Proses
Nah, dimensi ini sangat erat kaitannya dengan kerja keras atau proses dalam mendapatkan kreativitas. Dalam dimensi ini, kreativitas adalah sebuah proses atau kemampuan yang mencerminkan kelancaran, keluwesan (fleksibilitas), dan keaslian (orisinalitas dalam berpikir, serta kemampuan untuk mengelaborasi (mengembangkan, memperkaya, memperinci) suatu gagasan. Definisi ini lebih menekankan pada aspek proses perubahan (inovasi dan variasi). Dalam dimensi proses, proses kreatif yang sesungguhnya  melibatkan pemikiran kritis, wawasan imajinatif dan ide-ide segar.

3. Kreativitas dalam Dimensi Product
Dalam dimensi product, kreativitas berfokus pada produk atau apa yang dihasilkan oleh individu baik sesuatu yang baru/original atau sebuah elaborasi/penggabungan yang inovatif. Menurut Baron pada tahun 1976, Creativity is the ability to bring something new into existence.  kreatifitas tidak hanya membuat sesuatu yang baru tetapi mungkin saja kombinasi dari sesuatu yang sudah ada sebelumnya. Contohnya adalah Facebook yang merupakan inovasi baru dalam bidang media sosial. Namun, apakah inovasi ini benar-benar baru? Tentunya tidak, Facebook memperbarui inovasi dari media sosial yang ada di tahun-tahun sebelumnya.

4. Kreativitas dalam Dimensi Press
Merupakan definisi dan pendekatan kreativitas yang menekankan faktor press atau dorongan, baik dorongan internal diri sendiri berupa keinginan dan hasrat untuk mencipta atau bersibuk diri secara kreatif, maupun dorongan eksternal dari lingkungan sosial dan psikologis. Biasanya, dalam keadaan tertekan, seseorang dapat menjadi lebih kreatif dari biasanya. Banyak orang-orang yang berusaha membuat dirinya sendiri dalam keadaan tertekan agar mereka mendapatkan kreativitas yang lebih.

Demikianlah 4 dimensi dari kreativitas. Perlu kita ketahui bahwa kreativitas itu bisa dilatih. Kreativitas dipelajari dengan meningkatkan potensi kecerdasan kreatif yang sudah ada didalam diri kita. Kreativitas yang terus menerus dilatih dan diimplementasikan dapat meningkatkan:

1. Tindakan kreatif (creative attitude)
2. Kinerja Kreatif  (creative performance)
3. Kemampuan memecahkan masalah secara kreatif (creative problem-solving skills)

Mari kita mulai untuk Mendorong  pola berfikir kratif seahari-hari (day-to-day creative thinking) sehingga lebih produktif, merangsang  tindakan untuk mengambil keputusan terbaik dan lebih kreatif menyelesaikan masalah.







Previous
Next Post »
Thanks for your comment