Pengambilan Resiko yang Seimbang ~ Sandblog | Dunia Digital Marketing

Pengambilan Resiko yang Seimbang

Menurut Adam Grant, banyak orang yang salah mengerti tentang arti dari pengambilan resiko. Banyak yg berkata bahwa orang yang terjun menjadi pengusaha dan melepaskan pekerjaannya adalah pengusaha dan pengambil resiko yg hebat. Sedangkan orang yang membuka usaha sambil tetap mempertahankan pekerjaannya adalah orang yang anti-resiko atau tidak percaya diri.

Jika kita berpikir demikian, bisa jadi kita beranggapan bahwa orang yang pengambil resikolah yang paling besar mendapatkan keuntugan. Padahal, berdasarkan hasil studi, malah menunjukkan kebalikannya. Pengusaha yang tetap mempertahankan pekerjaan kantoran mereka berpeluang gagal 33 persen lebih kecil daripada berhenti bekerja.

Tidak banyak dari kita yang tahu bahwa Warby Parker, para pengusaha yang nama perusahaannya memuncaki daftar perusahaan paling inovatif biasanya mempertahankan pekerjaan kantoran mereka setelah menjalankan usahanya. Mantan atlet lari Phil Knight, mulai menjual sepatunya tahun 1964, namun tetap menjadi akuntan hingga 1969. Steve Wozniak memulai usaha dengan Steve Jobs pada 1976 tetapi tetap bekerja paruh waktu di bagian teknis Hewlett-Packard hingga 1977. 

Kebiasaan mempertahankan pekerjaan ini tak hanya dilakukan pengusaha saja, namun juga banyak dilakukan oleh pemikir kreatif yang berpengaruh di dunia. Hal ini menimbulkan pertanyaan. Mengapa demua pemikir orisinal ini lebih memilih bermain aman daripada mempertaruhkan segalanya?

Adam Grant pada bukunya yang berjudul Original mengungkapkan bahwa ini sejalan dengan teori portofolio resiko seimbang yang berbunyi: Rasa aman di suatu bidang memberikan kebebasan menjadi orisinal di bidang lain. Dengan memenuhi kebutuhan finansial, kita menjadi bebas dari tekanan sehingga mampu melakukan sesuatu tanpa takut adanya kesalahan.

Buku yang ditulis oleh Adam Grant ini mengajarkan saya bahwa menjadi orisinal tak harus mengorbankan segalanya. Hal yang jauh lebih penting adalah mengeksplorasi cara menumbuhkan ide dan mengungkapkannya dengan lantang di waktu yang tepat.
Previous
Next Post »
Thanks for your comment