Perilaku Pembelian Konsumen Berdasarkan Tingkat Keterlibatan Pembeli dan Tingkat Perbedaan di Antara Merek ~ Sandblog | Dunia Digital Marketing

Perilaku Pembelian Konsumen Berdasarkan Tingkat Keterlibatan Pembeli dan Tingkat Perbedaan di Antara Merek

Perilaku pembelian konsumen berbeda pada setiap tipe produk. Berikut gambar yang menunjukkan perbedaan perilaku pembelian konsumen berdasarkan tingkat keterlibatan pembeli dan tingkat perbedaan di antara merek:



Berdasarkan gambar di atas, ada 4 Tipe Perilaku Pembelian Konsumen yaitu:

1. Perilaku Pembelian Kompleks

Customer ada dalam tingkah laku pembelian yang kompleks saat mereka begitu ikut serta dalam pembelian serta memiliki persepsi yang penting tentang ketidaksamaan diantara merk. Customer mungkin saja juga akan ikut serta saat product itu mahal, memiliki resiko, tidak sering dibeli serta menunjukkan ekspresi diri.
Biasanya, customer mesti pelajari beberapa hal tentang kelompok produk itu. Umpamanya, konsumen laptop mungkin saja tidak ketahui atribut apa yang perlu diperhitungkan. Banyak fitur produk yg tidak dimengerti seperti : “Chip Pentium Pro”, “NVidia”, atau “touchpad”.

Konsumen produk itu juga akan melewati sistem evaluasi, pertama meningkatkan kepercayaan, mengetahui product, lalu sikap, serta melakukan pembelian dengan penuh pertimbangan. Pemasar produk dengan tingkat keterlibatan tinggi mesti mengerti tingkah laku customer dalam menentukan pilihan. Mereka harus menolong konsumen untuk mempelajari atribut -atribut produk serta tingkat kebutuhannya dan apa yang di tawarkan oleh merk itu sehingga menambah nilai. Pemasar harus mempelajari langkah membedakan beberapa feature mereknya, serta mendeskripsikan faedah mereknya dengan memakai media cetak dengan teks yang panjang. Mereka mesti berikan motivasi pramuniaga serta kenalan untuk memengaruhi penentuan merk akhir.

2. Perilaku Pembelian Pengurangan Disonasi 

Tingkah laku pembelian pengurangan disonasi berlangsung saat customer memiliki keterlibatan yang tinggi dengan pembelian yang mahal, tidak sering mengambil resiko, tetapi memiliki sedikit pertimbangan tentang ketidaksamaan antar merk. Contoh, customer yang beli kasur, memiliki keterlibatan yang tinggi karna mahalnya serta arena ekspresi diri. Walau demikian, konsumen mungkin saja berasumsi umumnya merk kasur dalam kisaran harga yang sama memiliki kualitas yang sama. Dalam masalah itu, karna persepsi tentang perbedaan merk tidaklah terlalu besar, konsumen mungkin saja berkeliling-keliling beragam toko untuk lihat barang apa sajakah yang ada, tetapi membeli dengan relatif cepat. Konsumen mungkin saja juga akan lebih condong pada produk dengan harga yang lebih murah atau ringan.

Sesudah pembelian, customer juga akan alami disonasi sesudah pembelian (post purchase dissonance) saat mereka mengerti kekurangan spesifik dari kasur yang sudah dibeli atau mendengar hal yang lebih baik dari merk yg tidak dibelinya. Untuk menangani disonasi itu, komunikasi saat penjualan dari pemasar baiknya memberi bukti serta support pada customer supaya terasa pas serta terasa nyaman dengan pilihan merk yang sudah dibelinya.

3. Perilaku Pembelian Kebiasaan 

Tingkah laku pembelian rutinitas berlangsung dalam keadaan dimana customer memiliki keterlibatan rendah serta tidak memandang penting perbedaan antar merk. Contoh, gula. Customer memiliki keterlibatan yang rendah dalam kelompok produk itu. mereka cuma pergi ke toko lalu ambil satu merk. Bila mencari merk yang sama, itu cuma karna rutinitas bukanlah karna kesetiaan pada merk spesifik. Customer nampaknya memiliki keterlibatan yang rendah pada product yang harga nya rendah serta yang dengan teratur dikonsumsi.

Dalam masalah itu, tingkah laku pembelian customer tidak lewat jalur keyakinan-sikap-perilaku yang umum. Customer tidak mencari dengan luas info merk, mengevaluasi karakter merk, serta mengambil keputusan dengan serius merk apa yang juga akan dibeli. Mereka dengan pasif terima info ketika lihat tv atau membaca majalah. Pengulangan iklan membuat rutinitas pada satu merk (brand familiarity) bukannya kepercayaan merk (brand convicition). Customer tidak membuat sikap yang kuat pada satu merk, mereka pilih merk karna merk itu di kenal. Karna mereka tidak ikut serta dengan kuat terhadap produk itu, customer tidak mengevaluasi pilihan sesudah pembelian.

Oleh karenanya, sistem pembelian itu melibatkan kepercayaan merk yang dibuat oleh evaluasi pasif, dibarengi oleh tingkah laku pembelian yang dibarengi atau tidak dibarengi oleh evaluasi.

Karna konsumen tidaklah terlalu bergantung pada merk spesifik, pemasar product dengan keterlibatan rendah serta ketidaksamaan antar merk yang sedikit kadang-kadang memakai harga serta penjualan promosi untuk mendorong percobaan satu produk. Dalam mengiklankan produk dengan mendorong keterlibatan rendah, bunyi iklan mesti mengutamakan hal yang spesifik.

Symbol serta imajinasi visual adalah hal yang perlu karna hal tersebut gampang diingat serta diasumsikan dengan merk. Kampanye iklan mesti memiliki kandungan pesan pendek yang berulang. Media digital adalah salah satu bentuk kampanye iklan yang efektif karena tertarget pada orang-orang yang memang membutuhkannya.

4. Peilaku Pembelian Pencarian Variasi 

Customer ada pada tingkah laku pembelian pencarian variasi adalah pada kondisi di mana customer memiliki tingkat keterlibatan yang rendah namun memandang penting perbedaan merk. Dalam keadaan ini, customer sering berpindah merk. Contoh, customer yang ingin tahu cara menebalkan alis, lalu mencari pensil alis. Ketika beli , seseorang customer kadang-kadang mempunyai beberapa kepercayaan, memilih pensil alis tertentu tanpa banyak mengevaluasi. Evaluasi merk ersebut dilakukan ketika pengkonsumsian. Namun lain waktu, customer mungkin saja juga akan ambil merk beda yang sama karna kebosanan atau hanya ingin coba-coba. Pergantian merk yang berlangsung karna mencari variasi bukanlah bentuk ketidakpuasan.

Pada produk seperti ini, kiat pemasaran juga akan berlainan untuk pemimpin pasar atau merk minoritas. Pemimpin pasar juga akan coba merangsang tingkah laku pembelian rutinitas dengan memakai rack dengan luas, menjaga rack penuh dengan produknya, serta menggerakkan iklan berkala untuk mengingatkan.

Perusahaan kompetitor juga akan merangsang pencarian varian lain dengan tawaran harga yang rendah, penawaran spesial, kupon, sampel gratis, serta iklan yang memperlihatkan beragam argumen untuk coba suatu hal yang baru.
Previous
Next Post »
Thanks for your comment