Merek dan Kesadaran Merek (Brand Awareness)


Menurut American Marketing association, merek didefinisikan sebagai nama, istilah, simbol, tanda, rancangan, atau kombinasi dari hal-hal tersebut. Brand as “ a name, term, symbol, or design, or combination of them, intended of identify the goods or services of one seller or droup of seller and to differientiate them from competitors” A brand is thus a product or services that adds dimensions that differentiate it in some way from other product or services designed to satisfy the same need (Kotler & Keller, 2006)

Selain itu, pengertian merek bukan sekedar sesuatu yang dapat menampilkan nilai fungsionalnya, melainkan juga yang dapat memberikan nilai tertentu dalam lubuk hati atau benak konsumen.Nama istilah, simbol, tanda atau rancangan atau kombinasi dari hal-hal tersebut dimaksudkan untuk mengidentifikasikan barang atau jasa oleh seseorang atau sekelompok penjual sebagai pemegang merek sekaligus untuk membedakannya dari produk pesaing.

Menurut Surachman (2008) merek merupakan nama atau simbol yang bersifat membedakan (seperti sbuah logo, cap , simbol, lambang, tanda, slogan, kata-kata atau kemasan). Untuk mengidentifikasikan barang atau jasa dari penjual atau pemegang merek. Merek dapat juga diartikan sebagai nama, simbol, atau desain khusus atau beberapa kombinasi unsure-unsur yang dirancang untuk mengidentifikasikan barang atau jasa yang ditawarkan.

Kekuatan merek dan kerja keras manajemen pemasaran (terutama manajemen merek) untuk memperkenalkan dan mengelola merek tersebut dapat diukur dari seberapa besar perusahan liain bersedia membayar merek yang sudah terkenal terjadi karena saat ini semakin sulit membangun sebuah merek dibandingkan dengan sepuluh tahun yang lalu. Penyebabnya adalah biaya iklan, biaya distribusi, biaya promosi, biaya menjalin hubungan dengan pelanggan (realitionship marketing) semakin meningkat, perssaingan yang semakin ketat, dan perebutan waktu jam tayang pada waktu utama (price time) di televisi, atau media lain yang digunakan sebagai sarana untuk mengomunikasikan merek juga semakin meningkat, misalnya ada sekita 100-1000 jenis merek produk dalam satu kategori produk tertentu. Singkatnya, persaingan lebih dari 100 merek untuk satu kategori produk tertentu semakin meningkat.

Menurut Fandy Tjiptono (1997) merek merupakan nama, istilah, tanda, simbol/lambing, desain, warna, gerak tau kombinas atribut-atribut produk lainnya yang diharapkan dapat memberikan identitas dan diferensiasi terhadap produk pesaing. Pada dasarnya suatu merek juga merupakan janji penjual untuk secara konsisten menyampaikan serangkain cirri-ciri, manfaat, dan jasa tetrtentu kapada para pembeli.

Kesadaran Merek (Brand Awareness)


Kesadaran merek menunjukkan kesanggupan seorang calon pembeli untuk mengenali atau mengingat kembali bahwa suatu merek merupakan bagian dari kategori produk tertentu (Durianto dkk, 2001). Sedang menurut Shimp (2003) Kesadaran merek ( brand awareness) adalah dimensi dasar dalam ekuitas merek. Berdasarkan cara pandang, sebuah merek tidak memiliki ekuitas hingga konsumen menyadari keberadaan merek tersebut.

Menurut Aaker (1991) kesadaran merek (brand awareness) adalah kemampuan dari seseorang yang merupakan calon pembeli (potential buyer) untuk mengenali (recognize) atau menyebutkan kembali (recall) suatu merek merupakan bagian dari suatu kategori produk. Humdiana, (2005) menyatakan bahwa tingkatan brand awareness terbagi menjadi empat bagian yang ditunjukan pada gambar priramida berikut ini:



Piramida Kesadaran Merek (Brand Awareness)
Sumber: Humdiana (2005)

Dimensi Kesadaran Merek (Brand Awareness
Kesadaran merek (Brand awareness) dibagi menjadi empat bagian yaitu:

1. Unaware of brand (Tidak menyadari merek)

Kategori ini termasuk merek yang tetap tidak dikenal walaupun sudah dilakukan peningingatan kembali lewat bantuan ( aided recall)

2. Brand Recognition (pengenalan merek)

Kategori ini meliputi merek produk yang dikenal konsumen seteah dilakukan pengingatn kembali lewat bantuan. Misalnya, konsumen yang ingin tau lebih dalam tentang produk kecantikan bermerk Nourish Acne Plast, maka konsumen tersebut akan mencari review Nourish Acne Plast terlebih dahulu sebelum membelinya.

3. Brand Recall ( pengingatan kembali merek)

Kategori ini meliputi dalam kategori sautu produk yang disebutkan atau diingat konsumen tanpa harus dilakukan pengingatan kembali, diistilahkan dengan pengingatan kembali tanpa bantuan (unaided recall).

4. Top Of Mind (Puncak Pikiran)

Nama merek yang pertama kali diterbitkan di benak konsumen dan merupakan puncak dari pikiran dari konsumen itu sendiri. Humdiana (2005) menyatakan bahwa kesadaran merek (Brand awareness) menciptakan nilai-nilai yaitu :

a. Jangka tempat tautan berbagai asosiasi

Suatu produk atau layanan baru sudah pasti diarahkan untuk mendapatkan pengenalan.Jarang sekali suatu keputusan pembelian terjadi tanpa pengenalan.Pengetahuan mengenai berbagai bagian dan manfaat dari produk baru sangat sulit tanpa terlebih dahulu mendapatkan pengakuan.Pengakuan merek merupakan langkah dasar pertama dalam tugas komunikasi.Sebuah merek biasanya dikomunikasikan dengan menggunakan atribut-atribut asosiasinya.Dengan tingkat pengenalan yang mapan, tugas selanjutnya tinggal mencatelkan sautu asosiasi baru, seperti atribut produk.

b. Keakraban/ rasa suka

Pengakuan merek memberikan suatu kesan akrab, dan konsumen menyukai sesuatu yang akrab. Terdapat hubungan yang positif antara jumlah penampakan dan rasa suka, baik penampakan dalam bentuk abstraksi gambar, nama, music dan lain-lain. Pengulangan penampakan bisa mempengaruhi rasa suka bahkan tingkat pengenalan tidak terpengaruh.


c. Tanda mengenai subtansi/komitmen

Kesadaran merek (brand awareness) bisa menjadi sautu sinyal dari kehadiran, komitmen, dan subtansi sebuah merek produk.Jika merek dikenali, pasti ada sebabnya, seperti; perusahaan telah mengiklankan secara luas, perusahaan telah menggeluti bisnis tersebut dalam waktu lama, perusahaan mempunyai jangkauan distribusi yang luas, dan merek tersebut berhasil.


d. Mempertimbangkan merek

Langkah awal dalam proses pembelian biasanya adalah menyeleksi sekumpulan merek untuk dipertimbangkan. Oleh karena itu, pengingatan kembali merek 9brand recall) menjadi penting. Pada umumnya, jika sebuah merek tidak mencapai pengingatan kembali maka merek tersebut akan termasuk dalam proses pertimbangan pembelian. Namun, konsumen biasanya juga akan mengingat merek-merek yang sangat tidak mereka sukai. Dalam meraih kesadaran merek (brand awareness), baik dalam tingkat pengenalan maupun dalam pegingatan kembali, melibatkan dua tugas, yaitu mendapatkan identitas merek dan mengaitkannya pada suatu kelas produk tertentu.

Suatu pesan kesadaran merek hendaknya member suatu alasan untuk diperhatikan dan dikenang atau menjadi berbeda dan istimewa.Hal ini dapat diempuh antara lain dengan melibatkan slogan atau jingle, membuat symbol atau logo, publisitas, menjadi sponsor kegiatan, dan perluasan merek. Membangun kesadaran merek (Brand Awareness) biasanya dilakukan dalam periode waktu yang lama karena penghafalan bisa berhasil dengan repitisi dan penguatan. Dalam kenyataan merek-merek dengan tingkatan pengingatan kembali yang tinggi biasanya merupakan merek-merek yang berusia tua (Humdiana,2005).
Previous
Next Post »
Thanks for your comment