Ironi Media Sosial

diahagustinistory.blogspot.com
Media sosial saat ini telah menjadi sebuah kebutuhan 'primer' bagi beberapa kalangan. Sehingga muncul beberapastatement yang mengatakan bahwa mustahil ada orang yang tidak bisa memegang handphone lebih dari 3 jam. Media sosial memungkinkan kita berinteraksi dengan orang lain. Saling berkomentar terhadap suatu isu, saling berbagi informasi, dan lain sebagainya. Namun, tahukah anda? Dengan bebasnya media sosial, jika tidak dijaga dengan baik, malah dapat membuat perpecahan.

Sobat, kita bisa melihat banyak sekali perpecahan di media sosial. sebaik apapun pemberitaan tentang seseorang, selalu ada komentar negatif yang menimbulkan perpecahan di kalangan sendiri. Tak perlu kita lihat terlampau jauh. Pemberitaan tentang Christiano Ronaldo atau Lionel Messi misalnya. Pemberitaan tentang prestasi salah satu dari mereka, bahkan mereka tidak pernah bermusuhan di luar lapangan. Namun, para fansnya saling menghujat dan menjatuhkan. kata-kata kasar kerap kali diucapkan kepada orang lain di media sosial. Padahal, Come on, They are our brother, from the same country. Jika tetap dipertahankan seperti ini, maka wajar saja sering terjadi kerusuhan antar supporter di Indonesia.

Contoh selanjutnya saya sering lihat di Line Today. Laman beita yang selalu menampilkan berita terhangat setiap harinya. Saya selalu tertarik membacanya setiap hari karena jarang sekali menonton televisi. Namun, yang terjadi malah berbeda dari yang direncanakan. Saya malah terus-terusan membaca komentar-komentar pembaca yang saling adu mulut dan kata-kata kasar daripada membaca berita itu sendiri. Bukan main mudahnya kata-kata itu terlontar. Menghina komentator lain, menghina penulis berita, menghina artis yang diberitakan, menertawakan kesalahan penulisan, dan lebih buruknya lagi, ada yang menawarkan prostitusi secara online.

Isu SARA juga semakin marak di media sosial. dari yang sangat ekstrim hingga sangat membangkang terhadap agamanya. Kasus sederhana dibesar-besarkan. Kasus yang besar tak pernah ditanggapi. Terus menerus menjalani hidup di media sosial yang penuh dengan konflik. Berbangga hati dengan bullying yang berlebihan juga merupakan kabut hitam pekat yang tak terpisahkan di sosial media.

Salah ketik jadi viral, penuh penghinaan. Salah upload jadi bahan pembicaraan, penuh cacian. Salah bicara apalagi, seluruh Indonesia serasa menghujat seseorang saat berbuat kesalahan. Tahukah anda? nasihat dengan cara yang buruk malah akan membawa seseorang semakin terjerumus dalam kesalahan yang telah ia ambil.

Sobat, bukankah lebih indah jika kita, sesama manusia untuk saling menghargai?

  1. Saat mengkritik, sertakan solusi, didahului pujian
  2. Merasa lebih baik diam daripada berkata-kata yang buruk
  3. Menghargai karya orang lain
  4. Menghargai kemauan seseorang untuk berubah
  5. STOP BULLYING


Banyak sekali teknologi yang kita serap. Namun, cara menyikapinya haruslah bijak. Jika merasa kita telah mampu mengatur media sosial kita dengan bijak dan baik, maka ingatkanlah orang-orang di sekitar anda. Bukan berarti saya sudah baik dalam menggunakan media sosial. Saya juga masih terus menjaga, dan berusaha untuk tidak salah berbicara. -SA-
Previous
Next Post »
Thanks for your comment