Media Massa dan Cara Menyikapinya


sumber gambar: kabarislamia.com

Media massa adalah garda terdepan bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi. Well, itu tidak salah. Saya juga saat ini berkerja di salah satu media. Namun, perlu saya ingatkan kembali, wahai penikmat media tanpa filter, semoga kita tetap berhati-hati dalam menangkap berita yang terpampang di televisi, radio, maupun internet. Ya, termasuk internet.Tulisan saya tentunya juga harus di filter dengan hati-hati. karena tidak ada jaminan bahwa tulisan ini tidak dilatarbelakangi oleh keinginan sekelompok orang, pencitraan seseorang, dan sebagainya.

Satu hal yang harus kita ketahui sebelum menonton sebuah pemberitaan di media massa. Media massa menginginkan keuntungan. Ya, keuntungan yang kita bicarakan di sini adalah keuntungan finansial bagi perusahaan mereka. Karena itulah, tidak ada pemberitaan yang dapat kita pastikan kebenarannya. Bukan bermaksud suudzon, saya hanya ingin masyarakat Indonesia lebih berhati-hati dalam menyerap informasi dari media massa. Sejauh ini, 'kebanyakan' media massa memberitakan hal yang memiliki tingkat perhatian paling tinggi, bukan mengutamakan tingkat kebermanfaatan untuk masyarakat. 

Apakah ini dapat berdampak buruk? Mungkin bagi anda, pembaca tulisan saya, merupakan orang-orang yang sudah memiliki rasa kehati-hatian tersebut, dan juga merasa tulisan ini terlalu berlebih-lebihan. Namun, kenyataannya jutaan masyarakat banyak yang dibodohi oleh media. Karena itu, kita semua harusnya mampu membantu masyarakat yang belum memiliki filter terhadap pemberitaan itu.

Bagaimana cara menyikapi media tersebut? Tiga cara di bawah ini mungkin dapat menjadi hal-hal yang dapat anda terapkan.

1. Biasakanlah untuk tidak melihat sebuah berita dari satu sudut pandang media saja.
sumber gambar: santriclumut.blogspot.com

Media akan membuat para konsumen terpengaruh untuk mengikuti bagaimana sudut pandang sang pembuat berita dalam memberitakan sesuatu, terlepas dari benar atau tidaknya berita tersebut. Kebanyakan media juga menggunakan kata-kata yang fantastis untuk sebuah kasus yang sebenarnya biasa-biasa saja. Dengan melihat dari berbagai sudut pandang, maka kita dapat menyeleksi, sudut pandang mana yang dapat kita ambil dan seberapa besar sebenarnya berita tersebut.

  2. Utamakan klarifikasi sebelum mempercayai sebuah berita

sumber gambar: www.iqbalnurhadi.com

Cari klarifikasi terlebih dahulu sebelum mempercayai sebuah berita. Salah satu klarifikasi bisa anda dapatkan dari media sosial. Banyak sekali orang-orang yang mengemukakan pendapatnya. coba dianalisis dan dicerna terlebih dahulu pendapat-pendapat tersebut dan bandingkan dengan pemberitaan pada media massa.


3. Ingatkan orang-orang di sekitar anda

sumber gambar : indobeta.com

Nah, ini adalah hal yang paling penting. seperti yang saya katakan sebelumnya. Kita yang telah memiliki kehati-hatian terhadap media tersebut, harus menularkannya kepada orang-orang di sekitar kita. tanpa adanya filter, banyak sekali hal-hal yang dapat terjadi. Adu domba misalnya. Banyak pemberitaan di media yang berujung pada konflik. Baik antar suku, ras, budaya, agama, pemerintah dan masyarakat, dan lain sebagainya.

Media sesungguhnya akan sangat bermanfaat jika memberitakan hal-hal yang bermanfaat pula. Jika media mencari keuntungan dari ketertarikan khalayaknya. Mungkin salah satu solusinya adalah dengan mengubah mindset masyarakat agar tidak terlalu tertarik dengan isu yang tidak benar, dan lebih mencondongkan diri kepada pemberitaan yang bermanfaat seperti prestasi, pendidikan, bisnis, dan lain sebagainya.
Previous
This is the oldest page
Thanks for your comment