Bagaimana Kalau Kita Jodoh?

Aku sedang berpikir tentang jawaban atas pertanyaan yang terus terngiang, "Kenapa Tuhan selalu mempertemukan kita saat kita sendiri tak pernah ingin saling menemukan?"

Aku dan kau adalah dua kutub yang tolak menolak satu sama lain, tak pernah ingin menyatu dalam kebersamaan, tak pernah berniat bersama dalam kesatuan.

Bagaimana kalau aku dan kau adalah jodoh? DUAR!
Seperti sepasang benang jiwa raga yang disimpul mati oleh Tuhan. Tak bisa dilepas oleh tangan-tangan manusia, bahkan kita sendiri tak bisa melepaskannya, dan hanya bisa diputus oleh-Nya.

Masihkah kau akan berlari dariku yang tak pernah mengejarmu? Karena sampai sekarang aku pun masih berusaha bersembunyi darimu meskipun kau tak pernah mencariku. Oh Tuhan, aku hampir lupa sesombong apa dirimu dimataku saat pertama kali kita bertemu.

Mungkin Tuhan hanya sedang melihat kelakuan kita, hanya menunggu kita untuk lelah menyadari bahwa takdir-Nya lah yang berlaku, menunggu kapan ikatan yang tadinya ada di langit diminta turun ke bumi oleh dua manusia yang keras kepala belum bisa menerima takdir-Nya.

Ikatan kuat yang dinamakan 'akad nikah'.
Jika memang benar semuanya sudah digariskan, tandanya Tuhan sudah merestui, tapi mungkin takkan pernah terjadi sebelum kita yang berusaha.

Yang selalu aku dan kau lakukan selama ini hanyalah usaha untuk saling menjauhkan diri.
Kini, akupun bertanya-tanya, "Pernahkah kau memikirkan hal ini juga?"
Jika iya, mungkin kita sudah sama-sama sadar dan harus belajar mengikat simpul kita sendiri.

~
Perempuan Penunggu Senja 
Previous
Next Post »
Thanks for your comment