Kopi Indonesia Primadona Mancanegara

Sumber Gambar
www.balittri.litbang.pertanian.go.id

Rokok menjadi komoditas ekspor besar bagi negara Indonesia. Namun, selain keuntungan finansial yang diberikan, rokok juga mampu memberikan dampak buruk akan kesehatan. Keuntungan dari ekspor rokok yang terus menerus diharapkan oleh Indonesia tentunya bertentangan dengan iklan anti rokok yang selalu ditayangkan. Karena itu, perlu adanya produk lain untuk menggantikan rokok. Komoditas yang aman dan mudah diproduksi oleh Indonesia. Salah satu komoditas terkenal asal Indonesia yang memungkinkan untuk menjadi komoditas ekspor terbesar negara adalah kopi.

Kopi merupakan salah satu komoditas unggulan dalam subsektor perkebunan di Indonesia karena memiliki peluang pasar yang besar baik di dalam negeri maupun luar negeri. Menurut International Coffee Organization (ICO), konsumsi kopi terus meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini menjadi kesempatan emas bagi Indonesia untuk mengekspor kopi ke negara-negara yang menjadi konsumen kopi terbesar dunia seperti Amerika, Jepang, dan beberapa negara di eropa.

Sampai saat ini, produksi kopi di Indonesia telah mencapai 600 ribu ton pertahun dan lebih dari 80 persen berasal dari perkebunan rakyat. Pada tahun 2009, devisa yang didapat dari ekspor kopi mencapai US $ 824,02 juta, dengan melibatkan 1,97 juta kepala keluarga yang menghidupi 5 juta jiwa keluarga petani.

Fakta tersebut membuktikan bahwa jika terus dikembangkan bersama-sama, kopi dapat menjadi aset yang sangat berharga bagi Indonesia. Namun, saat ini data menunjukkan bahwa permintaan kopi di Indonesia masih rendah dibandingkan negara lain. Menurut perhitungan Asosiasi Ekonomi Kopi Indonesia (AEKI), Konsumsi kopi per kapita Indonesia hanya 0,50 Kg per tahun. Angka ini tentu sangat rendah jika dibandingkan dengan Colombia, Brazil, dan Meksiko yang konsumsi kopi per kapitanya mencapai 6,50 Kg per tahun.

Dengan tingginya permintaan kopi dari luar negeri, Indonesia bisa mengambil kesempatan untuk mengekspor produksi kopi-kopi terbaiknya. Kopi-kopi di Indonesia yang mempunyai daya tarik di mata Internasional antara lain kopi gayo dari Aceh, kopi sidikalang dari Sumatera Utara, kopi arang dari Jember, kopi toraja dari Sulawesi Selatan, kopi kintamani dari Bangli, serta kopi flores. Sampai saat ini, kopi-kopi tersebut telah menjadi primadona mancanegara. Contohnya adalah Starbucks, salah satu coffee shop terkenal yang ternyata menggunakan kopi kintamani sebagai bahan bakunya.

Sejauh ini, Indonesia telah melakukan beberapa hal positif yang bertujuan untuk membudidayakan kopi di Indonesia. Kementrian Perindustrian Republik Indonesia pernah mengadakan pameran kopi pada tahun 2013. Pameran tersebut bertujuan untuk memperkenalkan produk kopi Indonesia kepada masyarakat luas. Bukan hanya menampilkan kopi-kopi terbaik, pameran tersebut juga menampilkan cara-cara membudidayakan kopi kepada masyarakat guna meningkatkan produksi kopi dalam negeri.

Sebagai negara penghasil kopi terbesar ketiga di dunia, Sudah seharusnya kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan produksi kopi terus dilakukan. Hal tersebut bertujuan untuk memberikan kesadaran pada masyarakat bahwa peluang kopi Indonesia di mata dunia sangat besar. Seperti yang diungkapkan oleh Menteri Perindustrian Republik Indonesia, tidak menutup kemungkinan bahwa kopi dapat melakukan diversifikasi produk. Artinya, tidak hanya dijadikan sebagai minuman, tetapi juga dikembangkan dalam berbagai jenis seperti produk perawatan kecantikan, farmasi, penambah citarasa pada makanan lain, dan sebagainya. Jika pemerintah dan masyarakat dapat bekerjasama dengan baik, maka kopi dapat menjadi komoditas ekspor utama Indonesia. 
Previous
Next Post »
Thanks for your comment