Menyelesaikan Masalah dengan Kreativitas

Dalam situasi sulit, kita bisa melakukan sesuatu yang hebat bahkan diluar kapasitas kita. Pernahkah kita dikejar anjing? Apa yg kita lakukan pada saat itu? Lari? Memanjat pohon? Pada akhirnya, ketika kita dalam keadaan terdesak, otak kita melakukan hal yg luar biasa. Sisi kreatif mendadak muncul. Melompati pagar yg tinggi, lari secepat pelari profesional dan lain sebagainya.

Hewan juga melakukan hal yg sama ketika dalam keadaan terancam. Misalnya putri malu, yang menutup daunnya, cicak yg memutuskan ekornya, atau gurita yg mengeluarkan tintanya. Semua itu dilakukan untuk melindungi diri.

Namun, Apakah semua itu dapat disebut dengan berpikir kreatif? Tentunya tidak. Hal tersebut adalah insting yang keluar secara spontan utk menyelesaikan masalah. Lalu, pertanyaannya adalah, bagaimana cara agar pemikiran kreatif dapat kita keluarkan di saat kita membutuhkan?

Creative problem solving pertama kali diperkenalkan oleh Alex Osborn. Creative Problem Solving adalah cara utk menyelesaikan masalah dan mengidentifikasi peluang yang ada. Ada beberapa fase dalam penyelesaian masalah secara kreatif:

1. klarifikasi masalah
Coba untuk mengklarifikasi terlebih dahulu tentang masalah apa yang sedang terjadi. Cara-cara untuk mengklarifikasi masalah dapat dilakukan dengan pertanyaan-pertanyaan terbuka.

Dapat diambil contoh tentang permasalahan dalam menulis. Biasanya kita ingin rajin menuliskan hal-hal kreatif dalam diri, namun ada saja kendala-kendala yang membuat diri kita tidak konsisten. Maka, cobalah dengan pertanyaan-pertanyaan terbuka seperti: mengapa saya tidak konsisten menulis? Atau Bagaimana cara saya agar konsisten menulis?

2. Pengungkapan pendapat
Ini adalah fase dimana pertanyaan-pertanyaan di fase pertama terjawab. Kali ini, akan sangat mudah jika kita memiliki partner. Cara-cara untuk pengungkapan pendapat dapat dengan berbagai cara seperti:

a. Brainstorming
Brainstorming adalah cara yg bisa kita lakukan dengan teman. Dengan cara berdiskusi dan mencari solusi yg terbaik dalam masalah kita.
Contohnya adalah pada masalah menulis yg tidak konsisten tadi, kita bisa brainstorming bersama teman tentang cara-cara mengatasinya. Seperti dengan saling mengingatkan dalam chat grup, berbagi info dan ide tulisan, dan lain sebagainya

b. mind mapping,
Pernah dengar tentang pemetaan pikiran? Mind mapping adalah bagaimana kita mengeksplorasi ide dan membuat diagram terhadap suatu subjek. Cobalah untuk membuat diagram yg menunjukkan kreativitas-kreativitas apa yg bisa dituangkan ke dalam sebuah tulisan.



3. Evaluasi dan seleksi
Selanjutnya setelah semua list ide terkumpul, maka sangat diperlukan adanya filter untuk mengevaluasi dan menyeleksi ide-ide tersebut. Dalam mengevaluasi ada cara-cara antara lain:

a. Fokus mengevaluasi kemungkinan opsi-opsi yg menuju pada solusi
b. Mendiskusikan pendapat yg cocok utk menyelesaikan masalah
C. Meninjau kembali pendapatnya

Dalam berfikir dengan kreatif untuk menyelesaikan masalah, berfikir divergen & konvergen harus seimbang. Semua agar munculnya keseimbangan ide dalam menyelasaikan suatu masalah.
Previous
Next Post »
Thanks for your comment