Faktanya, ikhlas itu sulit

Sering kita dengar kata "ikhlas". Namun, tidak selalu kita bisa menerapkannya. Keikhlasan bukan hanya tentang apa yang terlihat. Tapi apa yang terasa di hati. Ketika mulut berucap ikhlas, namun hati terus menggerutu, apakah itu masih dikatakan sebuah ketulusan?

Tidak
Aku sendiri juga masih kesulitan melaksanakan sebuah keikhlasan. Hati ini masih kelabu. Tak bisa menerima sebuah fakta menyakitkan. Kadang bahkan berakhir dengan penyesalan yang mendalam.

Saat mulut berucap ikhlas, kadang hati ini merasa pamrih. Masihkah itu disebut kelapangan dada? Tidak. Aku sendiri kadang masih berharap sesuatu yg kukeluarkan kembali sesegera mungkin.

Aku, masih belajar untuk itu. Mengikhlaskan sesuatu, membiarkannya menguap menjadi pahala, kembali sebagai kasih, indah bagai senyuman. Senyumanmu, senyumanku, senyuman kita.
Previous
Next Post »
Thanks for your comment