Pengertian Merek dan Kaitannya Terhadap Emosi Konsumen dan Strategi Pemasaran

Menurut American Marketing association, merek adalah nama, istilah, simbol, tanda, rancangan, atau kombinasi dari hal-hal tersebut. Brand as “ a name, term, symbol, or design, or combination of them, intended of identify the goods or services of one seller or droup of seller and to differientiate them from competitors” A brand is thus a product or services that adds dimensions that differentiate it in some way from other product or services designed to satisfy the same need.

Merek paling ternama di dunia
Selain itu, pengertian merek bukan sekedar sesuatu yang dapat menampilkan nilai fungsionalnya, melainkan juga yang dapat memberikan nilai tertentu dalam lubuk hati atau benak konsumen. Nama, istilah, simbol, tanda atau rancangan atau kombinasi dari hal-hal tersebut dimaksudkan untuk mengidentifikasikan barang atau jasa oleh seseorang atau sekelompok penjual sebagai pemegang merek sekaligus untuk membedakannya dari produk pesaing.

Pengertian Merek

Merek merupakan nama atau simbol yang bersifat membedakan (seperti sbuah logo, cap , simbol, lambang, tanda, slogan, kata-kata atau kemasan). Untuk mengidentifikasikan barang atau jasa dari penjual atau pemegang merek. Merek dapat juga diartikan sebagai nama, simbol, atau desain khusus atau beberapa kombinasi unsur-unsur yang dirancang untuk mengidentifikasikan barang atau jasa yang ditawarkan.

Kekuatan merek dan kerja keras manajemen pemasaran (terutama manajemen merek) untuk memperkenalkan dan mengelola merek tersebut dapat diukur dari seberapa besar perusahan liain bersedia membayar merek yang sudah terkenal terjadi karena saat ini semakin sulit membangun sebuah merek dibandingkan dengan sepuluh tahun yang lalu.

Penyebabnya adalah biaya iklan, biaya distribusi, biaya promosi, biaya menjalin hubungan dengan pelanggan (realitionship marketing) semakin meningkat, persaingan yang semakin ketat, dan perebutan waktu jam tayang pada waktu utama (price time) di televisi, atau media lain yang digunakan sebagai sarana untuk mengomunikasikan merek juga semakin meningkat, misalnya ada sekitar 100-1000 jenis merek produk dalam satu kategori produk tertentu. Singkatnya, persaingan lebih dari 100 merek untuk satu kategori produk tertentu semakin meningkat.

Merek merupakan nama, istilah, tanda, simbol/lambang, desain, warna, gerak, atau kombinasi atribut-atribut produk lainnya yang diharapkan dapat memberikan identitas dan diferensiasi terhadap produk pesaing. Pada dasarnya suatu merek juga merupakan janji penjual untuk secara konsisten menyampaikan serangkain cirri-ciri, manfaat, dan jasa tetrtentu kapada para pembeli. 

Merek dan Emosi Konsumen

Sentuhan emosi mampu membuat perbedaan yang signifikan pada merek. Merek yang mampu memasarkan produk dengan tampilan atau pesan yang unik akan memenangkan persaingan .
Konsumen saat ini lebih bersifat menuntut. Mereka tidak lagi seperti dulu yang cenderung hanya menerima semua perlakuan penjual. Bahkan konsumen menginginkan sentuhan personal emosional yang tinggi. Artinya konsumen ingin agar merek dapat mengerti mereka dan bukan sebaliknya. Pemasar perlu mengembangkan cara-cara yang cerdas untuk menciptakan hubungan personal yang lebih mendalam antara merek dengan konsumen.

Emosi biasanya berhubungan dengan peristiwa tertentu dan sangat bervariasi dalam berbagai dimensi. Perasaan bersalah dapat mendorong seseorang untuk melakukan tindakan perbaikan sementara perasaan menyesal dapat mendorong konsumen melakukan upaya untuk mengurangi perasaan menyesal dengan cara-cara yang konvensional. Sebaliknya, perasaan terancam akan mendorong konsumen melakukan pembelian yang bertujuan menghindari ancaman. Salah satu yang berhasil dibuktikan adalah emosi rasa bertanggung jawab dalam diri seseorang bahkan rasa takut dapat memicu keputusan pembelian.

Konsumen yang selalu berupaya untuk mengantsipasi perasaan menyesal atau bersalah akibat keputusan pembelian yang keliru akan cenderung melakuan pembelian terlebih dahulu tanpa menunggu diskon atau waktu obral dan cenderung membeli merek ternama daripada merek murah yang tidak terkenal. Ketika konsumen yang memiliki rasa tanggung jawab tinggi melakukan keputusan yang keliru pada merek murah dan tidak terkenal maka perasaan menyesal yang ada akan menjadi lebih ringan bila kekeliruan itu dilakukan pada merk mahal dan terkenal.

Penjual dan pembeli memiliki sudut pandang yang berbeda


Merek, Emosi, dan Strategi Pemasaran

Pemasar dapat menciptakan hubungan emosional antra merek dan konsumen jika pemasar memiliki pemahaman bagaimana sebenarnya pengalaman konsumen dengan merek. Pengalaman konsumen dengan merek dapat terjalin melalui 3 pendekatan yaitu melalui pendekatan rasional, perasaan, dan keberanian.

Ketika konsumen memutuskan untuk membeli buku tentang "cara meningkatkan IQ" agar sang konsumen lulus tes masuk sekolah, maka sesunguhnya konsumen menggunakan alasan-alasan rasional. Kebutuhannya untuk mengikuti dan lulus tes masuk sekolah telah mendorongnya untuk membeli buku tersebut. Bahkan alasan rasionalpun dapat mereka berikan sebagai alasan pemilihan merek tertentu.

Berbeda halnya ketika konsumen memutuskan untuk hanya membeli e-book dengan alasan menghemat kertas dan menjaga lingkungan hidup demi anak dan cucu kelak. Alasan ini terasa sangat emosional, di mana generasi yang lebih tua secara alamiah akan berusaha menciptakan lingkungan yang lebih sehat untuk generasi selanjutnya.

Ada juga konsumen yang memiliki merek tertentu secara spontan tanpa pemikiran panjang, karena desain kemasannya yang canggih dan menarik saja. Keputusan yang diambil bukan karena pertimbangan rasional, dalam hal ini kualitas produknya atau bukan juga karena alasan emosional lainnya.

Pemasar dapat menggunakan ketiga pendekatan di atas secara serempak dalam upaya merencanakan dan memasarkan produknya. Perusahaan yang memproduksi merek ternama yang bersaing dengan merek tidak terkenal dan murah dapat meningkatkan pangsa pasar mereka jika perusahaan dapat mengantisipasi perasaan menyesal konsumen jika mereka melakukan keputusan pembelian yang keliru.

Perusahaan juga dapat menciptakan sesuatu untuk meyakinkan bahwa konsumen tidak akan menyesal pada keputusan pembeliannya. Perusahaan dapat memberikan jaminan tertentu yang dapat menjadi kompensasi penyesalan yang ada. Marketer biasanya menerapkan content marketing dalam meyakinkan konsumen pada keputusan pembeliannya.

Perlu diperhatikan bahwa merek yang memiliki muatan emosi akan dicintai oleh konsumen. Orang akan peduli dan percaya pada merek. Selain itu, merek semacam ini memiliki budaya yang jelas dan terkomunikasikan dengan jelas pula pada konsumennya, karyawannya menjadi duta nilai – nilai merek tersebut .

Sumber :

Erna Ferrinadewi Merek dan Psikologi Konsumen (Yogyakarta : Graha Ilmu), 
Kotler & Keller Manajemen Pemasaran Jilid II (Jakarta : Erlangga) 
Previous
Next Post »
Thanks for your comment