Cara Biro Iklan Mendapatkan Klien dan Tahapan Hubungan Biro Iklan dan Klien

Halo, saya pernah bekerja di sebuah agency digital marketing atau dalam bahasa Indonesia biasa disebut biro iklan. Sebuah biro iklan mendapatkan keuntungan dari project yang diberikan oleh klien. Berbeda dengan perusahaan Business to Consumers yang memasarkan produknya melalui iklan masal, biro iklan memiliki teknik sendiri dalam memasarkan produknya.

Nah, karena biro iklan ini termasuk model business to business, maka konsumen biro iklan di sini adalah klien. Kali ini, saya akan menjelaskan bagaimana cara biro iklan mendapatkan klien dan apa saja tahapan hubungan antara biro iklan dan klien dalam bekerja sama.

cara biro iklan mendapatkan klien

Cara Biro Iklan Mendapatkan Klien

Klien adalah sumber utama pendapatan dari biro iklan. Untuk mendapatkan banyak klien, biro iklan tentunya harus memiliki strategi untuk mendapatkan klien. Berikut beberapa cara yang umum dilakukan oleh biro iklan untuk memperoleh klien:

1. Rekomendasi

Biasanya, cara ini dilakukan oleh biro iklan yang telah mendapatkan reputasi yang cukup baik di mata klien. Klien yang telah ditangani  merupakan salah satu kunci besarnya biro iklan. Jika terciptanya kerjasama yang baik dan memuaskan kedua belah pihak antara biro iklan dan klien, maka akan terbangunlah reputasi yang baik pada biro iklan di industri tersebut. Tidak sedikit perusahaan pengiklan memilih biro iklan berdasarkan pada rekomendasi yang diperoleh dari pengiklan atau perusahaan lain yang memiliki pengalaman baik dengan sebuah biro iklan.

Di sini, hal penting yang harus dapat dipahami oleh setiap pengelola biro iklan adalah hubungan yang baik akan menciptakan reputasi yang juga baik, dan reputasi tersebut akan memunculkan rekomendasi-rekomendasi positif sehingga bisnis dapat tumbuh menjadi besar dengan memegang prinsip ini.

2. Beriklan

Biro iklan biasanya mengiklankan sebuah produk. Namun ternyata kebutuhan untuk diiklankan tidak hanya berada pada sebuah produk maupun merek yang ditangani oleh biro iklan. Beriklan juga menjadi salah satu kebutuhan biro iklan itu sendiri dengan tujuan untuk memperoleh klien. Namun, iklan tersebut ditujukan bukan kepada masyarakat, tapi kepada calon kliennya. Biasanya biro iklan mengiklankan jasanya melalui presentasi. Dalam presentasi ini biro iklan dapat menyampaikan hal-hal yang dapat meningkatkan bisnis para calon klien dan bagaimana biro iklan tersebut dapat membantu mereka mencapai tujuan tersebut.

Proses presentasi merupakan proses yang paling menentukan berhasil atau tidaknya pendekatan yang dilakukan biro iklan terhadap klien. Selama presentasi berlangsung, akan terjadi pengenalan antara biro iklan dengan calon kliennya. Presentasi tersebut akan dianggap berhasil jika calon klien bersedia membuat kesepakatan kerjasama. Namun pada proses ini juga kejelian serta kewaspadaan para eksekutif di biro iklan dibutuhkan dengan tidak mengutarakan gagasan-gagasan yang langsung berhubungan dengan bisnis atau masalah calon klien untuk menghindari kemungkinan tidak berlanjutnya kerjasama namun dengan gagasan yang telah disampaikan oleh calon klien.

Tugas marketing dari biro iklan sebaiknya berfokus pada portofolio keberhasilan biro iklan yang telah dicapai dalam menangani klien-klien lain serta filosofi perusahaan melalui presentasi slide, film, maupun contoh-contoh desain komersial yang pernah dikerjakan. Dengan cara seperti ini, biro iklan dapat meyakinkan calon klien bahwa mereka memiliki kemampuan, pengalaman, dan pemahaman yang komprehensif atas pasar dan bisnis calon klien. Tindak lanjut yang kemudian dilakukan oleh biro iklan adalah dengan melakukan lobi intensif untuk memuluskan upaya merangkul calon klien tersebut agar mau menggunakan jasa biro iklan mereka.

Selain melakukan presentasi, iklan yang dilakukan biro iklan bisa juga berupa iklan digital yang lebih tertarget pada klien. Misalnya adalah dengan melakukan iklan search dan menargetkan keyword-keyword tertentu seperti "biro iklan jakarta" atau "biro iklan terbaik."



Tahapan Hubungan Antara Biro Iklan dan Klien

Ada beberapa tahap dalam suatu hubungan antara biro iklan dan klien, beberapa tahap tersebut adalah sebagi berikut :

  1. Prelationship Adalah tahap ketika biro iklan dan klien masih melakukan pendekatan danbelum secara resmi melaksanakan kerjasama. Pada tahap ini, dari pihak klien akan menimbang-nimbang apakah akan memulai bekerja sama atau tidak. Di sinilah biro iklan melakukan follow up dan meyakinkan klien tentang kelebihan dari biro iklannya.
  2. Development Tahap ketika biro iklan dan klien telah resmi melakukan hubungan kerjasama. Pada tahap ini baru dimulai pelayanan atas produk yang diminta oleh klien. Sebuah biro iklan harus berusaha memberikan yang sebaik-baiknya agar klien menjadi nyaman dan dapat maju ke tahap berikutnya. 
  3. Maintenance Tahap ketika klien merasa cocok dan betah untuk bekerjasama. Pada tahap ini, bukan tidak mungkin klien akan melakukan kerja sama jangka panjang. Jika klien berada pada tahap ini, maka  biro iklan harus menjaga performa baiknya di mata klien.
  4. Terminations adalah tahap ketika ada masalah yang timbul antara biro iklan dan klien. Sebenarnya tahap ini bisa jadi bukan merupakan tahap yang terakhir. Terminations bisa terjadi baik pada saaat development ataupun maintenance. Ketika terminations terjadi, sebuah biro iklan harus pandai untuk kembali menarik hati kliennya.


Previous
Next Post »
Thanks for your comment