Era Digital - Tinggalkan Jeleknya & Ambil Serunya

10 tahun ke belakang, perkembangan teknologi bergerak lebih cepat. Saya sendiri saat ini berusia 23 tahun dan benar-benar merasakan bagaimana perubahan tersebut mengubah pola hidup manusia. Termasuk pola hidup Saya sendiri.

Salah satu  contoh sederhana saja. Dulu, sebelum smartphone booming, ketinggalan sebuah handphone bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan. Tapi, pada era digital saat ini, kehidupan tidak bisa terlepas dari gadget. Bahkan banyak orang yang rela balik lagi ke rumahnya karena gadgetnya ketinggalan.

Jarak juga terasa semakin dekat sekarang. Anak kosan tak lagi galau karena rindu rumahnya. Layanan video call bisa diakses dengan mudah saat ini. Tinggal klik, wajah keluarga nan jauh di sana bisa dilihat dengan mudah.

Membeli barangpun juga tak lagi harus repot-repot ke pasar. Marketplace sudah tersedia baik versi desktop maupun mobile. Barang yang sampaipun tak tanggung-tanggung. Hanya dalam hitungan jam! Jasa kirim barang dan ojek online siap membantu untuk pengiriman barang super cepat.

Era Digital Tidak Selalu Membawa Kebaikan


Era digital memungkinkan kita untuk bisa mendapatkan informasi dengan lebih cepat. Media-media online bisa meng-update berita dalam hitungan detik. Informasi tentang jatuhnya pesawat Lion Air misalnya. Dulu, untuk mengetahui perkembangan pencarian korban pesawat mungkin harus menunggu datangnya koran di esok pagi. Tapi sekarang, berita terbaru bisa kita dapatkan dengan cepat dan akurat.

Namun, harus kita akui pula bahwa tak hanya informasi akurat yang tersebar dengan cepat. Informasi palsu atau hoax juga memiliki kecepatan yang sama untuk tersebar. Google bahkan sampai melakukan verifikasi untuk website-website news untuk menghilangkan hoaks. Anti hoaks di berbagai negara juga diserukan dengan masif.

Fakta di atas menunjukkan bahwa era digital tidak hanya membawa dampak positif saja dalam kehidupan manusia. Maka dari itu, sebagai pengguna internet yang baik, manfaatkanlah internet untuk kebaikan diri dan orang lain. Beberapa efek negatif dari era digital adalah sebagai berikut:

  1. Cyber bullying
  2. Politik sosial media yang berujung perpecahan
  3. Penipuan melalui media digital
  4. Pornografi
  5. Gadget Maniac (tidak peduli dengan orang sekitar)
Itu adalah beberapa contoh dari efek negatif di era digital. Selain yang disebutkan di atas, masih banyak lagi efek buruk era digital yang dirasakan kita semua. Padahal, banyak hal baik yang dapat kita manfaatkan dari era digital saat ini.


Memanfaatkan Era Digital

Seperti yang sudah kita ketahui bersama, teknologi akan terus berkembang. Era digital tidak mungkin kita tinggalkan. Sebagai orang yang hidup di era digital, kita tidak dapat menolak datangnya digitalisasi pada hidup kita. Hal yang bisa kita lakukan adalah memanfaatkan perkembangan teknologi tersebut dengan sebaik-baiknya untuk kebaikan kita maupun orang lain. Berikut cara memanfaatkan era digital dengan baik:

1. Mencari Informasi yang Benar

Era digital memungkinkan kita untuk mencari informasi dengan mudah dan cepat. Contohnya adalah dalam menyelesaikan soal-soal ataupun tugas sekolah/kampus. Dengan adanya internet dan blog-blog pendidikan, kita dapat mencari informasi-informasi tentang pelajaran yang kita butuhkan.

Tidak hanya itu, informasi tentang berita bola, pencarian korban gempa, atau bahkan berita terupdate setiap detiknya bisa kita akses dengan cepat. Namun, kemunculan era digital juga diikuti dengan berita hoax yang terus menyebar. Untuk menghilangkan itu, para pengguna media digital harus lebih bijak dalam menggunakannya.

Sebelum percaya dengan sebuah berita, lakukanlah klarifikasi terlebih dahulu. Cari bukti-bukti yang mendukung informasi tersebut. Jika sudah terbukti hoax, janganlah menyebarkan berita tersebut. Kalaupun berita tersebut terbukti benar, jangan langsung disebarkan. Cermati terlebih dahulu apakah berita tersebut dapat menimbulkan perpecahan, atau memang merupakan suatu informasi yang penting untuk diketahui orang lain.

2. Hindari Perdebatan di Media Sosial

Berdasarkan data dari Galaxy Weblinks, 71% pengguna smartphone, mengakses sosial media melalui smartphonenya. Fakta ini, banyak dimanfaatkan oleh pemasar-pemasar digital. Tidak hanya dalam pemasaran produk, namun juga pemasaran politik.

Sudah bukan hal yang asing bagi kita melihat perdebatan-perdebatan politik di media sosial. Perdebatan ini bisa menjadi sangat parah. Bahkan banyak kata-kata yang tidak pantas dilontarkan melalui media sosial.

Sebagai orang yang bijaksana dalam menyikapi perkembangan di era digital, lebih baik bagi kita untuk tidak ikut serta dalam perdebatan-perdebatan tersebut. Hal itu dikarenakan tidak ada keuntungan atau manfaat dari mengikutinya. Hindari saja berita-berita buruk yang menurutmu tidak layak untuk dipublikasikan di sosial media. Karena dengan semakin banyak komentar dan perdebatan di dalamnya, postingan tersebut akan semakin menyebar dengan luas.

3. Membuat Blog


Setelah sebelumnya membahas tentang mencari informasi, kali ini kita dapat memanfaatkan era digital dengan berbagi informasi. Untuk melawan berita hoax dan informasi buruk, tidak hanya dengan menghindari berita tersebut. Kita juga dapat mencegahnya dengan menyajikan informasi yang baik kepada masyarakat. Salah satunya adalah dengan membuat blog.

Menjadi seorang blogger adalah kegiatan yang susah-susah gampang. Namun, bagi kamu yang memiliki bakat menulis, menjadi blogger bukanlah hal yang sulit. Cara membuat website / blog pun saat ini juga bukanlah sesuatu yang sulit untuk dipelajari. Tentunya blog yang dimaksud di sini adalah blog yang berisi kebaikan - kebaikan. Dengan begitu, manfaat tidak hanya didapat oleh sang penulis, namun juga oleh para pembaca.

Blog yang ditulis bisa tentang apa saja. Kamu bisa membuat blog kesehatan, blog pendidikan, kecantikan, atau bahkan blog pribadi yang menulis tentang opinimu. Belilah domain yang sekiranya menarik dan cocok untuk blog yang ingin kamu bangun. Banyak penyedia jasa untuk membeli domain website, salah satunya adalah Domainesia
Fakta Digital : 78% Konsumen lebih mengetahui sebuah perusahaan (brand awareness) melalui artikel-artikel dibandingkan dengan iklan (Lyfemarketing 2018).

4. Berjualan

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, di era digital, orang-orang bisa membeli barang dengan mudah dan cepat. Para penjual juga bisa menjual produknya dari mana saja. Hal ini merupakan suatu opportunity untukmu dalam menambah penghasilan. Manfaatkan era digital saat ini untuk ikut serta mencari keuntungan dengan berjualan.

Untuk berjualan di era digital, kamu dapat menggunakan marketplace yang tersedia. Banyak sekali orang-orang yang keuntungannya menjadi berlipat-lipat melalui market place. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang menjadikan jualan online sebagai pekerjaan utamanya. Jika itu mendatangkan keuntungan untukmu, why not?

5. Share Content di Youtube


Jika tadi kita bicara tentang blogger, kali ini kita membahas tentang menjadi seorang Youtuber. Era digital secara sadar maupun tidak telah mengubah behaviour kita dalam mencari informasi. Jika biasanya kita mencari informasi melalui bacaan-bacaan, sekarang tidak sedikit yang mencari informasi melalui video di Youtube.

Tahukah kamu? Seorang youtuber bisa berpenghasilan lebih dari manager perusahaan loh guys. Tentunya untuk mencapai itu, kamu harus memiliki content yang menarik. Ilmu dalam membuat content ini disebut dengan content marketing. Jika kamu adalah seseorang yang memiliki kreativitas tinggi dalam membuat content dengan video, publikasikanlah kreativitas tersebut melalui Youtube. Hitung-hitung menyalurkan hobi sambil menambah uang jajanmu!

6. Membuat Start Up


Semakin berkembangnya era digital, start up semakin bertambah. Bahkan, Indonesia masuk dalam 5 besar negara dengan start up terbanyak. Total start up di Indonesia mencapai 1,705 start up. Menempati urutan ke 4 di bawah amerika serikat (28,794 start up).

Hampir semua start up menawarkan kemudahan bagi konsumen. Kita mungkin sudah mendengar nama-nama besar seperti Go-Jek, Tokopedia, dan Bukalapak. Semua perusahaan tersebut berawal dari start up kecil yang ingin memudahkan masyarakat dengan produk mereka. 

Nah, pada era digital inilah kreativitas pemuda-pemudi Indonesia diuji. Buatlah sebuah tim yang memiliki satu visi. Lalu, carilah peluang yang tepat untuk membuat sebuah start up dan tawarkan kemudahan-kemudahan kepada konsumen. Dengan begitu, bukan tidak mungkin jika start up milikmu bisa menjadi unicorn baru yang mewakili Indonesia.

Nah, itu dia cara memanfaatkan era digital dengan tepat. Tak hanya untuk kepentingan pribadi, namun juga demi kepentingan masyarakat. Semoga dengan datangnya era digital ini, Indonesia menjadi negara yang lebih maju. Begitu pula dengan masyarakat-masyarakatnya yang semakin dewasa dalam menyikapi era digital.
Previous
Next Post »
Thanks for your comment