Marketing Funnel AISAS, Model Baru Di Dunia Digital

Bagi yang pernah belajar tentang marketing dan mendalaminya, pasti pernah mendengar marketing funnel AIDA. AIDA adalah singkatan dari Awareness, Interest, Desire, dan Action. Namun, pada saat ini AIDA sudah dinilai ketinggalan zaman. Ternyata ada marketing funnel baru yang disebut dengan AISAS. model marketing yang satu ini dinilai lebih kompatibel dengan kondisi digital seperti pada saat ini.

Perubahan AIDA menjadi AISAS

Pengertian AISAS

AISAS adalah sebuah marketing funnel yang muncul seiring berkembangnya teknologi. AISAS memaparkan bagaimana seorang konsumen membeli produk. Mulai dari ia mengenal produk tersebut sampai konsumen tersebut terpuaskan / tidak dengan produk tersebut. AISAS merupakan singkatan dari :

  • Awaraness : tahap dimana konsumen aware (sadar) terhadap suatu merek. Pada tahap ini, konsumen hanya sekedar tau terhadap suatu merek, tanpa adanya keinginan untuk tau lebih dalam terhadap merek tersebut.
  • Interest : Setelah tertarik terhadap merek tersebut, ada dua kemungkinan yang terjadi terhadap seorang konsumen. Pertama, konsumen tersebut tertarik dan ingin mencari tau tentang merek tersebut. Kedua, konsumen merasa tidak tertarik dan hanya mengetahui mereknya (berhenti pada tahap awareness). Nah, tahap interest ini yang harus diciptakan dari para marketer. Jangan sampai konsumen hanya berhenti pada tahap interest saja.
  • Search: Inilah perbedaan antara funnel AISAS dan AIDA. Pada funnel AISAS ini, konsumen akan mencari pengetahuan tentang produk yang membuat mereka tertarik. Kemajuan teknologilah yang membuat tahap search ini ada. Mencari review produk sangat mudah saat ini. kelebihan dan kekurangan produk, hingga dimana tempat membeli produk tersebut. 
  • Action : Setelah mendapat informasi yang cukup, itulah saat dimana konsumen membuat sebuah decision untuk membeli atau tidak membeli produk tersebut. Saat memutuskan untuk membelinya, maka saat itulah konsumen sudah berada di tahap action.
  • Share : Tahap ini juga merupakan tahap yang muncul seiring dengan perkembangan teknologi saat ini. Behaviour para pembeli produk tidak hanya berhenti saat membeli produknya saja. Jika konsumen mengalami kepuasan maka hal tersebut akan mereka salurkan pada media sosialnya. Begitupula jika konsumen mengalami kekecewaan terhadap suatu produk, maka akan menghasilkan review yang buruk pula. Jejak-jejak review dari produk inilah yang akan berputar kembali menjadi marketing funnel yang baru untuk orang lain.

Menyiasati Marketing Funnel AISAS

Alur model AISAS


Setelah mengetahui pengertian AISAS dan kepanjangan dari masing-masing pointnya, maka kita haru tau bagaimana cara menyiasati AISAS tersebut agar sesuai dengan situasi yang kita kerjakan. Berikut cara menyiasati konsumen sesuai funnel AISAS yang pernah dialami oleh saya sendiri:

1. Tahap Awareness

Pada tahap ini, brand belum terlalu dikenal oleh konsumen. Kepercayaan konsumen terhadap brand bisa dibilang sangat kecil. Maka dari itu, perlu adanya perlakuan-perlakuan khusus terhadap situasi tersebut. Tools yang digunakan pada saat tahap awareness adalah dengan memperbanyak iklan berbayar dan optimasi di sosial media.

2. Tahap Interest

Pada tahap interest, konsumen mulai tertarik dengan iklan dan sosial media yang telah kita lakukan sebelumnya. Tahap ini merupakan tahap yang rentan untuk kehilangan interest. Karena, jika image yang kita tampilkan buruk, maka konsumen akan langsung hilang tanpa melanjutkan ke tahap berikutnya. Maka dari itu, pada tahap interest, iklan harus tetap dijalankan dan mengundang konsumen untuk mempelajari lebih dalam tentang produk / brand.

3. Tahap Search

Konsumen yang tertarik akan mencari lebih dalam tentang review produk-produk yang mereka lihat. Saat itulah brand mulai memainkan SEO dan SEM tentang review-review baik dari sebuah produk dan berusaha menekan review yang buruk. Tujuannya adalah agar konsumen mendapat kesan baik tentang produk tersebut. Kemampuan content marketing sangat diperlukan pada tahap ini.

4. Action

Ini adalah tahap saat optimasi tahap search berhasil. Konsumen akan memutuskan untuk membeli produk yang sebelumnya kita optimasi. Pada saat ini terjadi, seorang marketer bisa melakukan berbagai sales promotion seperti diskon dan sejenisnya. Dengan begitu, konsumen merasa lebih dipermudah dalam membeli produk.

5. Share

Pada tahap share ini, akan memeperlihatkan bagaimana kualitas produk yang kita jual. Data scientist sangat dibutuhkan pada tahap ini. Seorang data scientist akan mengambil sentiment dari berbagai macam percakapan yang ada di media sosial dan mengambil kesimpulan tentang apakah produk tersebut memuaskan konsumen atau tidak. Jika ternyata tidak memuaskan, maka produk tersebut harus diperbaiki dan marketer harus berusaha untuk membenahi citra produknya kembali.
Previous
Next Post »
Thanks for your comment