Cara Menghitung ROI Campaign Marketing

Setiap campaign marketing yang dilakukan oleh perusahaan tentunya memiliki tujuan untuk meningkatkan pendapatan perusahaan. Campaign / promo yang dilakukan membutuhkan modal dan tenaga kerja yang tidak sedikit. Maka dari itu, kesuksesan sebuah campaign harus bisa diukur.

ROI (Return Of Investment) adalah rasio yang menunjukkan hasil dari aktiva yang dilakukan. ROI adalah laba atas investasi yang dihitung berdasarkan hasil pembagian dari pendapatan yang dihasilkan dengan besaran modal yang ditanam. Artinya, ROI marketing berperan penting untuk menentukan apakah campaign marketing yang dilakukan profitable atau tidak.

Lalu, bagaimana cara seorang marketer untuk menghitung ROI tersebut? Dikutip dari Investopedia, Andrew Beattie mengungkapkan bahwa cara paling dasar untuk menghitung ROI dari kampanye iklan adalah dengan mengintegrasikan lini bisnis secara keseluruhan dalam satu perhitungan.

cara menghitung ROI Campaign Marketing
ROI Campaign Marketing

Cara Menghitung ROI Marketing Sederhana


Secara sederhana, cara menghitung ROI adalah mengurangi pertumbahan penjualan dengan biaya pemasaran. hasil dari pengurangan tersebut, dibagi lagi dengan biaya pemasaran. Contoh perhitungan ROI secara sederhana yaitu:

Studi kasus :
Dalam waktu satu bulan, penjualan di perusahaan A bertumbuh senilai $1.000 Sementara itu, kampanye pemasaran yang dilakukan menghabiskan dana sebesar $ 500. Maka :

Rumus : (pertumbuhan penjualan - biaya pemasaran) : biaya pemasaran x 100%

= ($1.000 - $500) : $500 x 100%
= 1 x 100%
= 100%

Pada studi kasus di atas, maka ROI dari campaign marketing tersebut adalah sebesar 100%.

Menghitung ROI dengan Pertimbangan Pertumbuhan Penjualan Per Bulan

Perhitungan di atas itu hanyalah perhitungan sederhana saja. Selain perhitungan tersebut, kita harus tetap memperhatikan perbandingan per bulan selama campaign itu berlangsung. Perbandingan pertumbuhan penjualan dengan masa sebelum campaign dilakukan juga penting untuk dilakukan sebagai pembanding agar dapat melihat lebih jelas pengaruh dari sebuah campaign marketing.

Nah, untuk menghitung ROI dengan pertimbangan bulanan tersebut, harus ada perhitungan tambahan lagi. Hasil dari pertumbuhan penjualan dikurangi biaya pemasaran dan dibagi biaya pemasaran yang tadi, akan kita kurangi dengan rata -rata pertumbuhan penjualan pada periode reguler.

Contohnya adalah, jika perusahaan A yang kita hitung tadi memiliki ROI 100%. Setiap bulannya, perusahaan tersebut mengalami pertumbuhan penjualan sebesar 4%. Maka, ROI dari perusahaan tersebut adalah 96%. Hasil ini didapat dari pengurangan : 100% - 4%.

Penghitungan ROI ini juga jangan serta merta dijadikan tolok ukur. Hal tersebut dikarenakan marketer memiliki tantangan lain, yaitu waktu pemasaran. Pemasaran itu tidak instan dan memiliki jangka yang panjang. Target campaign pemasaran itu adalah peningkatan penjualan dari waktu ke waktu. Bisa saja di awal campaign dimulai, penjualan tidak tumbuh tinggi, karena masih tahap awareness. Namun, bisa jadi di waktu-waktu berikutnya penjualan terus meningkat drastis.

Baca Tentang : Marketing Funnel AISAS

Brand awareness sendiri harus dipantau posisinya agar campaign dilakukan secara tepat sasaran. Dalam memantau brand awareness, dapat dilihat dari sosial media atau media-media yang membicarakan brand tersebut.
Previous
Next Post »
Thanks for your comment